RESENSI NOVEL AFTER OFFICE HOURS
Peresensi : Sonya Imaniar m.
Judul: After Office Hours
Penulis: Dahlan & Gielda Lafita
Penerbit: GagasMedia
Tahun terbit : 2010
Tebal buku : 360 halaman
ISBN : (10) 979-780-405-4
Judul: After Office Hours
Penulis: Dahlan & Gielda Lafita
Penerbit: GagasMedia
Tahun terbit : 2010
Tebal buku : 360 halaman
ISBN : (10) 979-780-405-4
Cinta sejati datang kedua kali
Athea merasa dirinya beruntung sekali ketika diterima menjadi sekertaris di Perusahaan Menara Propertindo dengan gaji yang besar yang setidaknya mencukupi keperluan dirinya dan anaknya juga biaya kuliah adiknya.
Namun, rasa keberuntungan itu sirna ketika mengetahui siapa bosnya. Roy. Laki-laki yang membuatnya merasakan cinta pertama, juga bagaimana rasanya terluka karena cinta. Seandainya suaminya masih hidup, tanpa pikir panjang, Athea pasti tak akan mau bertahan bekerja di perusahaan itu.
Athea merasa dirinya beruntung sekali ketika diterima menjadi sekertaris di Perusahaan Menara Propertindo dengan gaji yang besar yang setidaknya mencukupi keperluan dirinya dan anaknya juga biaya kuliah adiknya.
Namun, rasa keberuntungan itu sirna ketika mengetahui siapa bosnya. Roy. Laki-laki yang membuatnya merasakan cinta pertama, juga bagaimana rasanya terluka karena cinta. Seandainya suaminya masih hidup, tanpa pikir panjang, Athea pasti tak akan mau bertahan bekerja di perusahaan itu.
Athea masih tak dapat melupakan sakit hatinya pada Roy, hingga membuatnya menjaga jarak. Namun, saat Roy menyelamatkannya ketika lantai 12 perusahaan tersebut mengalami kebakaran, pertahanan Athea runtuh seketika. Ia mulai membuka hati untuk Roy, bahkan menikmati kebersamaan mereka. Perlahan tapi pasti, Athea tahu dirinya tak lagi jatuh hati pada Nelson-sahabat suaminya yang selalu ada untuknya selama ini, melainkan beralih pada Roy.
After Office Hours adalah kisah cinta unik dilatar belakangi situasi dalam sebuah kantor yang isinya tentang kehidupan sehari-hari di perkantoran. Digambarkan bagaimana seorang secretary dengan pekerjaannya sehari2 mulai dari mengingatkan agenda harian sang atasan bahkan sampai ritual sang secretary untuk membuatkan kopi atasannya,
Situasi dan kebersamaan antara atasan bawahan yang terjalin setiap hari di antara meeting dan obrolan ringan saat makan siang misalnya, menumbuhkan cinta diantara keduanya, benar2 sesuatu yang alami bahwa cinta bisa terjadi di mana saja. Penulis Buku ini yang juga merupakan kolaborasi antara Dahlian dan Gielda Lafita patut diapresiasi.
#kelebihan.
Saya paling suka penggambaran perasaan tokohnya. Detail sekali. Membuat saya bisa membayangkan bagaimana rasanya berdebar-debar tapi mati-matian tak mengakuinya, juga bagaimana rasa hancur berkeping-keping ketika dipermainkan.
Saya paling suka penggambaran perasaan tokohnya. Detail sekali. Membuat saya bisa membayangkan bagaimana rasanya berdebar-debar tapi mati-matian tak mengakuinya, juga bagaimana rasa hancur berkeping-keping ketika dipermainkan.
#kekurangan.
Untuk bagian akhir cerita, saya rasa membuat cerita itu menggantung alias tidak sampai ke pernikahan adalah pilihan yang tepat. Cerita langsung berakhir saat kedua tokoh utama saling mengungkapkan perasaan.
#kesimpulan.
novel ini banyak mengandung hikmah disetiap babnya serta penggambaran perasaan tokoh yg sangat detail sehingga menarik pembaca untuk membaca novel ini,saya lebih mengerti bahwa setiap detik dalam hidup yg kita lalui sangat berharga.
sonyaimaniar.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar